Limpah Ruah Kerinduan Konser Metallica

James Hetfield rupanya masih ingat kunjungan mereka 20 tahun yang lalu ke Jakarta.

Bulan April tahun 1993, Metallica manggung di Jakarta, bertempat di Stadion lebak Bulus. Seperti yang telah diketahui publik, konser Metallica saat itu rusuh.

“Kangen dengan teman kalian, Metallica?” tanya Hetfield dari atas panggung konser yang diadakan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (25/8) malam.

Pertanyaan Hetfield itu pun segera saja dijawab “ya” oleh sekitar 50.000 penonton yang memadati Stadion GBK. Lautan penonton yang malam itu kebanyakan mengenakan kaus hitam itu pun bersorak-sorak mendengar pertanyaan vokalis band asal Los Angeles, Amerika Serikat itu.

“Saya tidak percaya, sudah 20 tahun yang lalu,” sambung Hetfield.

Seperti judul lagu Seringai, band pembuka konser, Metallica sejak lagu pertama sudah “Membakar Jakarta”.

Penonton yang telah menunggu Hetfield, Robert Trujillo, Lars Ulrich, dan Kirk Hammet sejak sore serentak mengiringi sang vokalis meneriakkan “Hit The Lights”.

Distorsi gitar Hammett mengiringi vokal Hetfield yang masih prima. Ulrich, yang pertama memasuki panggung malam itu menabuh drum-nya dengan penuh stamina.

Tak puas menyapa setalah 20 tahun tidak bertemu, Metallica kembali membakar GBK dengan hits mereka “Master of Puppets” dari album berjudul sama keluaran tahun 1986.

“Come crawling faster. Obey your master. Your life burns faster. Obey your master, master,” suara Hetfield dibantu penonton menggema di stadion.

Penonton di kelas tribun pun, meski jauh dari panggung, tidak mau ketinggalan untuk mengabadikan Metallica dengan ponsel yang mereka bawa. Meski jauh dari panggung, penonton di kelas tribun masih dapat melihat dengan jelas melalui tiga layar besar yang disediakan di tengah, kanan, dan kiri panggung. video yang ditayangkan pun tidak monoton mengambil suasana panggung. Sesekali, tayangan video mengikuti entakan drum Lars Ulrich, maupun petikan gitar dan bas dari Hammett, Hetfield, dan Trujillo.

Antusiasme penonton membuat mereka berjingkrak-jingkrak sepanjang konser.

“Halo Jakarta. Kalian enerjik malam ini,” kata Hetfield.

Terkenal dengan lagu-lagu thrash metal mereka yang bertempo cepat, Metallica tidak memforsir tenaga mereka maupun penonton untuk berjingkrak. Setiap beberapa lagu, mereka memainkan lagu bertempo lambat. Usai membawakan “Ride The Lightning”, mereka mengajak penonton sedikit bersantai dengan “Fade To Black”. Begitu juga ketika mereka selesai membawakan “Cyanide”, diselipi intermezzo permainan solo bas Robert Trujillo, Metallica pun membawakan “Welcome Home (Sanitarium)”.

Sukses Minim Trik

Konser Metallica malam itu boleh dibilang minim gimmick, trik untuk menarik penonton, tapi tetap saja penonton antusias mengikuti irama Metallica.

Hetfield pun tidak selalu menyapa penonton setiap jeda lagu. Sekalinya menyapa, penonton selalu bersemangat menyahuti sapaan hangat Hetfield.

“Kalian suka lagu itu? I love you too. Kita seperti keluarga,” kata Hetfield selepas membawakan “Fade To Black”.

Simak juga sapaan Hetfield kepada penggemar sebelum membawakan “Cyanide”.

“Kalian seperti anggota kelima,” katanya, yang langsung disambut sorakan senang penonton.

Konser dengan tidak banyak gimmick itu pun dipuji Dewi sandra, yang ditemui usain menonton Metallica.

“Nggak perlu gimmick banyak-banyak. It’s about the music. Sangat tentang musik, dan perjalan mereka dengan album-album baru,” kata Dewi Sandra.

Suasana semakin memanas ketika memasuki lagu “From Whom The Bell Tolls”. Trujillo sang bassis pun menggila dengan bermain gitar sambil berbaring di panggung.

Lagi-lagi Metallica piawai menjaga mood penonton. Setelah berjingkrak bersama “Blackened”, mereka memainkan “Nothing Else Matters”.

Tiga Encore

James Hetfield sempat menggoda penonton dengan salam tiga jari, menurunkan jari tengah dan jari manis, ketika tangannya yang sedang memetik gitar disorot close-up.

Metallica menutup penampilan mereka malam itu dengan hit “Enter Sandman”. Tak mau sang idola menyudahi penampilannya, seperti biasa, penonton pun berteriak “we want more”.

“Creeping Death” dan “Fight Fire With Fire” pun mereka bawakan.

Lagi-lagi penonton tak puas meski sudah dibawakan dua lagu tambahan. Sambil bercanda, James Hetfield menunjuk ke arah jam tangannya dan memberi isyarat “ini waktunya tidur”.

Ia juga menggoda penonton dengan mengambil gitar dan mengalungkannya, tapi tidak jadi, yang langsung disambut tawa.

“Beri cahaya untuk keluarga Metallica Jakarta.”

“Seek and Destroy” pun menjadi penutup konser mereka.

Belum berhenti di situ, masing-masing personil pun bergantian menyapa.

“Apa kabar?” tanya Kirk Hammett yang berbahasa Indonesia.

“Hello Jakarta! Makasih banyak,” kata Trujillo juga dengan bahasa Indonesia.

Lars Ulrich pun menyatakan harapannya agar dapat kembali menggelar konser di sini.

Sebelum benar-benar meninggalkan panggung,  Ulrich, Hetfield, Trujillo, dan Hammett berpose bersama sambil membentangkan bendera merah-putih dengan tulisan “Metallica Solo-Indonesia”.

Dari : berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s